Selasa, 01 Januari 2013

PENGALAMAN SD

Waktu berusia 6 tahun, saya mulai masuk kebangku sekolah dasar (SD). Awalnya Bapak saya belun mengizinkan saya untuk sekolah karena katanya saya masih terlalu kecil. Namun ketika itu saya memaksanya untuk menyekolahkan saya. Jadi Alhamdulillah beliau mau menyekolahkan saya. Saat itu saya mulai mendaftar di SDI 126 Bisoli. Saya sangat bahagia karena Bapak saya mau menyekolahkan saya. Hari pertama saya masuk sekolah, saya sudah mengenal banyak teman karena sebagian muridnya adalah dari kampung saya sendiri jadi saya tidak terlalu asing dengan mereka. Beberapa hari saya sekolah, saya melihat ada salah satu teman laki-laki saya yang tampil di depan membaca sebuah teks. Waktu itu saya sangat kagum karena teman saya padnai membaca sedangkan saya belin bisa membaca. Waktu peneriomaan rapor, semester pertama, saya mendapat peringkat sepuluh. Tetapi saya sangat bersyukur karena saya tidak keluar dari sepuluh besar padahal waktu itu saya belum pandai membaca. Setelah naik kelas 2, Alhamdulillah saya sudah bisa membaca. Yang lebih mengagumkan lagi, prestasi saya meningkat saya mendapat peringkat 3 dan waktu itu ibu saya lagi terbaring sakit jadi dia tidak bisa menyiapkan bekal seperti telur untuk dibawa ke sekolah untuk diberikan kepada guru. Jadi tante saya yang menyiapkannya. Prestasi saya yang paling memuaskan yaitu ketika saya kelas 5. Waktu itu, pada semester satu saya mendapat peringkat kedua. Namun waktu masuk semester dua, saya mendapat peringkat pertama. Yang paling tidak bisa saya lupakan waktu kelas 5 adalahsaya pernah dipukul satu kelas oleh guru pakai kayu, kecuali dua orang. Waktu itu kami disuruh buat bangun ruang. Kami mengerjakannya tapi hasilnya tidak bagus. Hanya satu orang yang tidak dipukul karena kerjanya bagus. Yang satu lagi tidak dipukul karena dia tidak hadir pada waktu itu. Beberapa tahun kemudian, saya sudah kelas 6. Waktu itu saya berkata kepada teman perempuan saya bahwa seandainya kita tetap di sekolah ini, tetapi kelas dan tingkatannya saja yang berbeda yaitu kita kelas satu SMP supaya kita tidak berpisah, namun teman saya berkata bisanya itu. Saya berkata seperti itu karena saya tidak mau berpisah dengan tema-teman saya. Setelah itu saya mengikuti Ujian Nasional (UN). Setelah ujian, yaitupada saat pengumuman saya dinyatakan lulus dengan nilai yang memuasakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar